Dieng adalah merupakan Desa wisata yang cukup indah dan penuh dengan sejarah dan kebudayaan. Wisata dieng sekarang sedang hits karena berbagai keindahannya yang bagus menjadi spot foto, terutama sunrise bukit sikunir.

Dieng juga merupakan lokasi wisata alam yang murah. Sekarang juga sudah banyak tersedia paket wisata dieng sehingga semakin memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi Dieng. Salah satu paket yang banyak disediakan oleh biro wisata dieng adalah paket wisata dieng gabungan atau bisa disebut open trip Dieng.

Open trip Dieng bisa jadi pilihan untuk anda yang ingin mengunjungi dieng dan ingin mendapatkan teman baru. Banyak keuntungan memilih paket open trip dieng, diantaranya yaitu;

  1. Biaya lebih murah, karena open trip adalah paket wisata yang mana peserta akan digabung dengan peserta lain sehingga sangat memungkinkan biaya operasional yang diperlukan biro wisata untuk membuat paket bisa menjadi murah.
  2. Tidak perlu menunggu teman untuk diajak liburan yang biasanya hanya rencana hehehe… sudah menjadi kebiasaan kita dan teman kita merencanakan liburan namun rencana tiggal rencana, open trip dieng bisa menjadi pilihannya
  3. Mendapatkan pengalaman baru, teman baru, partner kerja baru, pacar baru, sodara baru atau mungkin dipertemukan jodohnya di lokasi wisata J . Dalam program open trip sudah dipastikan kamu akan bertemu dengan orang yang belum anda kenal, bisa jadi dia adalah jodomu hehehe …
  4. Dan masih banyak keuntungan lain ketika mengikuti program open trip dieng

Di bulan agustus mendatang ada acara budaya yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Dieng, acara tersebut adalah Dieng Culture Festival. Dalam acara tersebuj juga biasanya banyak program open trip dieng salah satunya adalah open trip Dieng Culture Festival 2019

Acara Dieng Culture Festival (DCF) akan diselenggarakan kembali pada bulan Agustus 2019 mendatang. Berlokasi di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Event DCF tahun ini memasuki edisi ke-9. Banyak kegiatan yang disajikan seperti festival budaya, musik, dan wisata yang dirangkul dalam satu rangkaian acara. Event ini telah masuk dalam top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia.

Kegiatan rutin yang disajikan setiap tahunnya yaitu jazz atas awan, kongkouw budaya, pesta lampion, sendratari Dieng, pentas tari tradisional, kitab dan parade budaya, serta pencukuran anak-anak yang berambut gimbal. Selain kegiatan rutin, terdapat juga penambahan acara seperti festival tumpeng dan festival bunga.

Konsep yang diambil adalah something to see, something to do, something to buy dalam setiap atraksinya. Yang mana, wisatawan akan diajak untuk melukis caping, memakai kain batik, menerbangkan lampion, dan lain sebagainya.

Beberapa acara dalam Dieng Culture Festival (DCF)

  1. Jazz Atas Awan

Bagaimana rasanya menikmati musik dan permainan lampu diselimuti kabut dan udara dingin Dieng? Pengalaman seperti itu harus dirasakan sendiri. Di Dieng, kita akan benar-benar merasakan nikmatnya bisa mendengarkan musik, merasakan sapuan udara superdingin, dan sekaligus mensyukuri kehangatan api unggun.

  1. Festival Lampion

Ini salah satu pesta yang dinanti-nanti wisatawan. Bagaimana tidak, langit malam bisa berubah menjadi begitu indah bak negeri dongeng. Penuh warna-warni lampion. Tahun ini, lampion dilepas pukul 00.00 memasuki tanggal 5 Agustus. Usai menikmati suara khas dan syair indah lagu-lagu grup musik Letto, lampion pun dilepas, diiringi pesta kembang api dan Lagu Indonesia Pusaka. Pemandangan yang terpampang benar-benar akan mempesona. Diperkirakan malam itu lebih dari 5.000 lampion mengangkasa.

  1. Pencukuran Rambut Gimbal

Pencukuran rambut gimbal menjadi salah satu acara adat dan budaya yang ditunggu-tunggu wisatawan. Banyak anak muda yang memilih memasang tenda di kawasan Candi Arjuna agar bisa menyaksikan upacara ini. Pagi-pagi mereka rela antre untuk mendapat tempat di dekat panggung. Acara dimulai setelah Kirab Budaya yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba sekitar pukul 08.30.

Tahun ini ada 12 anak bajang (berambut gimbal- semuanya perempuan) yang mengikuti ritual potong rambut. Mereka dipercaya sebagai titisan nenek moyang masyarakat Dieng. Anak bajang laki-laki dipercaya sebagai keturunan Kyai Kolodete, sedangkan yang perempuan titisan Nini Ronce Kala Prenye.

Anak bajang lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun sekitar usia 1-2 tahun, mereka terserang panas tinggi. Begitu sembuh, rambut yang tumbuh menjadi gimbal. Meski sudah dipotong sekali pun, rambut tersebut tetap tumbuh gimbal. Setelah menjalani ritual potong rambut dengan syarat keinginan anak tersebut dipenuhi, percaya atau tidak, rambut yang tumbuh akan kembali normal. Jika keinginan tak terpenuhi, rambut akan tetap tumbuh gimbal. Tahun ini, beragam keinginan anak bajang, mulai dari telepon genggam, es krim rasa coklat sampai ikan lele.

  1. Objek Wisata Beragam

Dieng, khususnya yang masuk Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo memiliki banyak objek wisata. Di Banjarnegara di antaranya ada Candi Gatotkaca dan Arjuna. Ada juga Telaga Warna yang indah dan terkesan magic saat kabut turun di atas air danau. Di Wonosobo ada Bukit Sikunir yang jadi tempat perburuan matahari terbit. Bukit ini populer karena awan terlihat melingkupi, sehingga kerap mendapat istilah ‘Negeri di Atas Awan’. Ada juga Dieng Plateau Theater yang dilengkapi juga dengan aktivitas kekinian seperti flying fox dan potret di ketinggian dengan sepeda. Masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi mulai dari Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, dan sebagainya

  1. Mengenal Sejarah Dieng

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat (gunung) dan “Hyang” yang berarti dewa. Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda karena diperkirakan pada masa pra-Medang (masa sebelum menggunakan kayu berukuran besar sebagai bagunan) sekitar tahun 600 Masehi, daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh. ‘Surga Dieng’ yang pada masa kerajaan Chandra Gupta Sidhapala, oleh umat Hindu, diyakini sebagai poros dunia. Ketika itu, Sang Hyang Jagadnata memindahkan ‘gunung kosmik’ Meru dari India ke Gunung Dieng. Sebagai ibukota kerajaan, ketika itu, Dieng (surga para hyang) tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tapi juga pusat spiritualitas dan peradaban. Dulu diperkirakan ada 200 candi di seputar Dieng. Tapi karena bencana alam tinggal 8 yang tersisa. Candi-candi ini didirikan oleh Kerajaan Kalingga dari dinasti Sanjaya. Dalam kitab Raja Sanjaya ada disebut-sebut kata ‘Dieng’ yang dikatakan merupakan tempat paling baik untuk memuja Dewa Siwa. Jadi candi-candi itu dibuat untuk memuja Dewa Siwa. Siwa adalah dewa perusak. Dipuja agar ia tidak merusak kehidupan manusia. Ditengah-tengah dataran tinggi Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan dan asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut sampai sekarang dapat kita saksikan dengan adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara.

  1. Letak Geografis Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tinggi yang tertinggi kedua didunia setelah Tibet / Nepal, dan yang terluas di Pulau Jawa. Dieng terletak pada posisi geografis 7’- 12’ Lintang Selatan dan 109 ‘- 54’ Bujur Timur, berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl. Dideng merupakan dataran tinggi yang luas serta dikelilingi oleh 6 bukit, diantaranya:

 

·         Sebelah Utara

·         Sebelah Selatan

·         Sebelah Barat

·         Sebelah Timur

: Bukit Puntuksari

: Bukit Pangonan, Bukit Kendil

: Bukit Ngrecogede

: Bukit Sitinggil, Bukit Sidengkeng

 

Secara administratif, Dieng mencakup Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Hingga tahun 1990-an wilayah ini tidak terjangkau listrik dan merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah. Letaknya yang juga berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15-20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0-(-7) °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kompleks gunung berapi dengan kerucut-kerucutnya terdiri dari: Bisma, Seroja, Binem, Pangonan Merdada, Pagerkandang, Telogo Dringo, Pakuwaja, Kendil Sikunir dan Prambanan. Lapangan fumarola (lubang di dalam kerak bumi maupun objek astronomi yang lain, yang sering terdapat di sekitar gunung berapi, yang mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, asam hidroklorik, dan hidrogen sulfida.) terdiri atas Kawah Sikidang, kawah Kumbang, kawah Sibanteng, Kawah Upas, Telogo Terus, Kawah Pagerkandang, Kawah Sipandu, Kawah Siglagah dan Kawah Sileri.

 

  1. Dieng Secara Geologi

Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah plato yang terjadi karena letusan dasyat sebuah gunung berapi. Dengan demikian kondisi geologisnya sampai sekarang masih relative labil bahkan sering terjadi gerakan-geraka tanah. Beberapa bukti menunjukan hal tsb adalah, peristiwa hilangnya Desa Legetang, terpotongnya jalan antara Banjarnegara Karangkobar dan Sukoharjo Ngadirejo maupun retakan-retakan tanah yang mengeluarkan gas beracun seperti peristiwa Sinila. Dataran tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir. Selain kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan. Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik (suka panas) yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

  1. Penduduk dan Alam

 

Sumber Daya Manusia (penduduk) di Kawasan Dataran Tinggi Dieng berjurnlah 1.562.004 orang (2012) yang menempati areal kawasan seluas ± 1027.21 km2. Sebagian besar penduduk Kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah penduduk pribumi, yang pada umumnya merupakan memeluk agarna Islam yang patuh dan taat. Meskipun demikian, mereka tidak menutup diri terhadap pengaruh modernisasi dalam kehidupan sehari hari, hanya mereka masih segan untuk melepaskan cara hidup tradisional seperti dalam acara adat Perknikahan dan Khitanan.

Sedang letak astronomis ada pada sekitar 7,20º Lintang Selatan dan 109,92 º Bujur Timur dan pada ketinggian ketinggian ± 2.095m dpa. Mungkin kalau pada Google Earth bisa dimasukkan Latitude: (-7)-20 dan Longitude: (+)109-92. Sebagian besar pendudluk Kawasan Dataran Tinggi Dieng hidup dari hasil pertaniannya. Namun demikian karena pesatnya kemajuan dalam perekonomian sekarang ini, maka sebagian dari mereka sudah mengalihkan mata pencaharian ke bidang lain seperti bidang perdagangan atau kepegawaian sebagai karyawan di Kantor kantor Pernerintahan. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan asing di Kawasan Dataran Tinggi Dieng,
maka pada umumnya penduduk di sekitar daerah wisata ini mendapat keuntungan / penghasilan tambahan dari hasil pertanian ataupun bekerja pada perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan wisatawan tersebut, seperti misalnya bekerja di hotel-hotel, rumah makan dan lain-lain.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki potensi wisata alam luar biasa. Keelokan alam Indonesia memang menggoda untuk terus dijelajahi tiap jengkalnya. Pernahkah kamu mendengar tentang wisata di dataran tinggi Dieng?

Kawasan dataran tinggi yang secara geografis masuk ke dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo ini belakangan jadi primadona baru bagi wisatawan. Dieng kini tak pernah sepi, selalu ada keelokan yang bisa dinikmati jika tour Dieng.

Maka dari itu untuk membantu kamu yang ingin jalan-jalan tour Dieng tanpa bikin kantung kamu jadi rombeng, kali ini Wow Dieng sengaja menuliskan artikel yang berisi tips dan trik jalan-jalan hemat ke dataran tinggi yang cantik ini. Penasaran bagaimana caranya? Simak selengkapnya di artikel ini.

  1. Kemas baju hangat dan jaketmu. Suhu dingin dataran Dieng (siang hari 12 – 20 dan malam 6 – 10 ) membuat kamu wajib mempersiapkan diri.

Sebelum pergi tour Dieng, kamu wajib mempersiapkan kondisi fisikmu. Terutama bagi kamu yang tidak tahan terhadap udara dingin. Suhu di Dieng cukup dingin, jika tidak hati-hati kamu malah bisa jatuh sakit dalam perjalanan yang seharusnya bisa membuatmu senang.

Kemas jaket tebal, sarung tangan, dan penutup kepala ke dalam tas yang akan kamu bawa. Jika biasanya kamu hanya butuh membawa 3 helai baju untuk perjalanan 2 hari 1 malam, khusus untuk perjalanan ke Dieng saya sarankan untuk membawa baju lebih dari kebutuhan. Dinginnya udara Dieng seringkali harus membuatmu mendobel pakaian.

Selain itu jangan lupa juga untuk membawa pelembab seperti cream wajah, lotion, dan lip balm. Udara yang dingin bisa menyebabkan kulit badan dan bibirmu kering atau bahkan mengelupas. Tentu tidak nyaman bukan jika vakansimu terganggu karena urusan penampilan?

  1. Perjalanan Tour Dieng bisa kamu tempuh dengan 2 moda transportasi. Pilih saja, mau naik bus atau kereta api?

Untuk bisa sampai ke Dieng kamu bisa menggunakan alternatif perjalanan darat baik menggunakan bus ataupun kereta api. Jika kamu berasal dari luar Pulau Jawa, kamu juga bisa menggunakan pesawat untuk kemudian mendarat di Yogyakarta, Semarang, atau bahkan Solo. Kemudian, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan Bus.

  1. Perjalanan darat dari Dieng ke Wonosobo tidak akan terasa membosankan. Hijaunya pemandangan pasti memanjakan matamu.

Bagi kamu yang berasal dari kota besar tentu memandangi persawahan dengan terasering dan bukit yang ditumbuhi pepohonan hijau adalah pemandangan langka yang tidak sering kamu jumpai sehari-hari. Perjalanan selama kurang lebih 60 menit dari pusat kota Wonosobo menuju ke Dieng akan memberikan sebuah pengalaman memandangi pesona alam yang jarang kamu jumpai tersebut.

Udara sejuk yang menyelimuti selama perjalanan pun menjadi pelengkap penyempurna indahnya tour Dieng kamu ke daerah wisata yang dikenal dengan julukan Tanah Dewa-Dewi ini.

  1. Sesampainya di Dieng, langsung saja berburu penginapan. banyak penginapan yang terjangkau dan nyaman, kok!

Sebagai tujuan wisata yang tidak pernah sepi pengunjung, Dieng dipenuhi dengan banyak homestay yang bisa kamu pilih. Harga homestay yang kebanyakan dikelola oleh warga lokal ini pun amat bervariasi, mulai dari yang 100 ribu per malam hingga 250 ribuan semalamnya. Semua tergantung fasilitas dan kenyamanan homestay.

Jika kamu berkunjung dengan rombongan besar, lebih baik sewa satu rumah sekaligus. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar 600-800 ribu rupiah untuk menyewa satu homestay secara penuh per-harinya. Jika dibagi 10 orang, hanya 60-80 ribu saja tuh.

Oh iya, satu yang harus kamu pastikan ada dalam penginapan yang akan kamu sewa: AIR HANGAT!

  1. Kebanyakan kedai makan tidak memiliki menu dengan daftar harga. Supaya kamu tidak terperdaya, jangan malu bertanya sebelum memesan.

Pada umumnya biaya makan di Dieng untuk sekali makan berkisar antara Rp 10.000 – Rp 15.000. Akan tetapi karena masih banyak rumah makan yang tidak menyediakan daftar harga untuk para pengunjung sehingga ada banyak wisatawan yang mengaku membayar lebih dari kisaran harga yang ditetapkan. Agar kamu tidak kena “getok” pedagang, pastikan dulu kamu bertanya sebelum memesan.

Sudah sampai di Dieng, kamu wajib mencoba Mie Ongklok yang biasa dimakan dengan sate tahu plus Purwaceng yang terkenal sebagai makanan khas Dieng.

Demikian sedikit panduan untuk anda yang ingin liburan  Tour Dieng.

Berwisata merupakan cara yang paling tepat untuk menghilangkan kelelahan saat tekanan kerja mulai tidak bisa dikendalikan lagi. Menghabiskan waktu dengan keluarga atau dengan sahabat ke tempat-tempat wisata akan memberikan energi baru dan tentunya pengalaman serta pengetahuan yang tidak ditemukan di kota asal. Menyela waktu untuk berlibur seringkali menjadi agenda rutin dan terencana bagi para masyarakat yang memiliki segudang aktivitas lebih-lebih masyarakat perkotaan dengan jenis karir yang heterogen dan kondisi hiruk pikuk kota dengan kebisingannya.

Wow Dieng menyediakan paket wisata  Dieng murah, Wonosobo dengan program dan pilihan paling menarik seperti : Paket One Day Tour Murah ke Dieng, Paket Wisata Dieng Murah 2 Hari 1 Malam, Paket Wisata Dieng Murah 3 Hari 2 Malam.

Dataran Tinggi Dieng Wonosobo seringkali menjadi destinasi wisata pilihan bagi mereka yang mencari kesegaran udara alam pegunungan dengan segala seni, budaya, dan kekhassan kulinernya. Namun kadang para wisatawan ragu-ragu bahkan kurang tertarik untuk berkunjung dengan anggapan sulitnya menjangkau lokasi dari kota asal dan lebih-lebih belum memahami medan, jalur transportasi, serta tempat-tempat wisata yang terdapat disekitarnya. Wajar jika wisatawan berpikir ulang untuk memutuskan kemana akan menghabiskan liburan dengan perjalan yang nyaman dan terhindar dari kebingungan saat tidak memahami lokasi tujuan.

Perjalanan wisata merupakan perjalanan yang diharapkan dapat dinikmati setiap inchi roda kendaraan berputar dan setapak demi setapak saat kaki melangkah. Mendapatkan penginapan yang representatif, restoran yang sesuai dengan selera, serta tempat memperoleh cinderamata yang berkualitas merupakan kebutuhan pokok bagi para wisatawan saat melancong. Untuk memenuhi semua kebutuhan wisatawan saat berkunjung ke lokasi wisata tentunya membutuhkan informasi yang lengkap yang dapat diperoleh dari pusat informasi pariwisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata setempat. Namun sekarang telah banyak berdiri lembaga atau biro yang bergerak dibidang pelayanan jasa informasi pariwisata dengan menawarkan produk-produk layanan yang bertujuan untuk memberi informasi yang lengkap agar kenyamanan wisatawan lebih maksimal.

Biro jasa pariwisata seringkali menawarkan paket-paket wisata Dieng yang bervariasi agar wisatawan bisa leluasa memilih paket wisata Dieng / tour Dieng yang sesuai dengan kebutuhannya. Banyak wisatawan yang tidak ingin repot selama menghabiskan masa liburan dengan memilih paket lengkap dari urusan transportasi, restorasi, penginapan, pemandu wisata, bahkan sampai dengan destinasi wisata tambahan yang ada di sekitar wisata utama. Menggunakan paket lengkap banyak diminati wisatawan karena akan terhindar dari kemungkinan tersesat atau salah memilih tempat menginap dan tempat mendapatkan cinderamata. Pihak biro jasa tentunya akan memberikan saran-saran terbaik bagi wisatawan selama berlibur.

Mengunjungi Dataran Tinggi Dieng dengan memilih paket wisata Dieng yang banyak disediakan biro jasa pariwisata akan lebih aman dan nyaman. Dari manapun wisatawan berangkat dapat dijadikan meeting point dengan biro jasa pariwisata. Wisatawan tinggal menikmati perjalanan selama berwisata dengan santai.

Banjarnegara – Setelah tepat satu minggu, Kawah Sileri di dataran tinggi Dieng kembali meletus. Ketinggian semburan lumpur kawah yang berada di Desa Kepakisan Kecamatan Batur ini mencapai 50 meter.

“Kembali terjadi letusan freatik di Kawah Sileri hari ini pukul 11.21 WIB,” ujar Kepala Badan Penanggupangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman saat ditemui di kantor BPBD Jalan Selamanik-Semampir Banjarnegara Minggu (8/4/2018).

Ketinggian material saat erupsi mencapai 50 meter dan lantaran lumpur 20 meter dari bibir kawah. Sebelumnya pada 1 April 2018 lalu juga terjadi letusan freatik di Kawah Sileri. Jika dibanding dengan letusan sebelumnya letusan kali ini lebih kecil. Sebab pada letusan 1 April 2018 lalu semburan material hingga 150 meter ke atas kawah.

“Ini memang lebih kecil jika dari letusan sebelumnya. Tetapi kami imbau warga setempat maupun wisatawan untuk tetap waspada,” imbaunya.

Sedangkan untuk jarak aman, hingga saat ini masih 200 meter dari bibir kawah. Sebelum terjadi letusan 1 April 2018 lalu jarak aman hanya 100 meter dari bibir kawah.

“Sedangkan untuk objek wisata air panas Dqiano yang berada di sekitar kawah rekomendasi masih ditutup untuk wisatawan,” kata dia.
(sip/sip)

 

Sumber: detik.com

Dieng Travel (layanan Paket Wisata Dieng) Ada berbagai cara menuju Dieng dengan mudah dan murah bagi para wisatawan yang berasal dari Ibu Kota Jakarta diantaranya dengan melakukan perjalanan Backpacker Dieng dengan naik kereta api. Backpacker Dieng merupakan istilah yang sering digunakan dan tidak asing lagi bagi para traveler yang ingin melakukan perjalanan mandiri ke Dieng dengan biaya murah meriah. Berlibur ke Dieng sebenarnya tidak mahal jika Anda tahu ilmunya. Dieng merupakan tempat andalan orang-orang yang hadir dari Ibu Kota untuk merefresh semua masalah pekerjaan sehari-hari, menghilangkan penat karena macet, terlalu ramai ataupun polusi. Menikmati indahnya panorama pegunungan Dieng dan merasakan udara segar pegunungan ialah impian para traveler dari Ibu kota.

Anda bisa pergi sendiri ke Dieng tanpa menggunakan Dieng Travel, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti kereta api, pesawat dan Bus. Tetapi jika anda ingin mengunjungi dieng tanpa perlu repot lagi, anda bisa memilih Dieng Travel atau layanan paket Wisata Dieng untuk membantu anda melakukan perjalanan ke dieng. Dieng Travel bisa adalah salah satu pilihan cara untuk melakukan perjalanan menuju dieng dengan praktis

Dieng Travel mengemas semua kebutuhan selama berlibur dieng menjadi Paket Wisata Dieng. Diantaranya adalah transportasi, tiket wisata, makan, penginapan, pemandu wisata dan dokumentasi. Anda hanya perlu melakukan pemesanan Dieng Travel atau paket Wisata Dieng dengan memilih paket Dieng Travel yang sesuai dengan anda. Anda juga bisa mengcustom Dieng Travel menjadi paket sesuai kebutuhan anda.

Jika anda ingin memesan Dieng Travel (Paket Wisata Dieng) bis klik di sini!

Tempat Wisata Dieng yang Paling Menarik, Tempat Wisata Terindah – Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah kawasan pegunungan yang terdapat di Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng atau Tempat Wisata secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Di Kawasan Tempat Wisata Dieng terdapat berbagai macam fennomena alam yang aneh dan unik serta pemandangan yang indah sehingga banyak menarik para wisatawan untuk mengunjungi berbagai macam Tempat Wisata Dieng yang ada. Menurut sumber dari wikipedia, Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa yang memiliki beberapa puncak dan kepunden kawah. Hal ini menyebabkan di kawasan Dieng plateau terdapat berbagai macam fenomena alam vulkanis yang sangat menarik untuk dipelajari dan dikunjungi sebagai Tempat Wisata Dieng.

info wisata dieng
berlibur ke dieng

Selain terkenal dengan pemandangannya yang indah dan unik, Kawasan Dataran Tinggi Dieng  juga terkenal dengan hasil pertanian dan agrowisata yang menarik. Tempat Wisata Dieng berupa Dataran tinggi Dieng terkenal dengan penghasil kentang di jawa Tengah. Kentang hasil dari kawasan Dieng ini telah dinikmati di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu di Dieng juga terkenal sebagai penghasil Purwaceng dan Carica yang sudah terkenal di mana saja. Sebagai pengingat, Purwaceng merupakan tumbuhan semacam semak yang dijadikan sebagai obat herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Sedangkan Carica merupakan tanaman endemis di Dieng dan sekitar Tempat Wisata Dieng yang buahnya menyerupai pepaya, namun memiliki tekstur yang lebih kenyal, sehingga sangat enak jia dijadikan sebagai manisan dan bahan campuran minuman.

 

Tempat Wisata Dieng yang akan kami bahas disini merupakan campuran dari wisata yang masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Memang wisata di Kawasan Dieng ini ada yang dikelola oleh Pemkab Wonosobo dan Banjarnegara, namun pada dasarnya secara umum wisata di Dieng ini tidak dapat dipisahkan, karena menjadi satu kesatuan yaitu Kawasan Tempat Wisata Dieng plateau. Berikut adalah beberapa Tempat Wisata di Dieng yang Paling Menarik untuk dikunjungi;

  1. Tempat Wisata Telaga Warna dan Pengilon

Tempat Wisata Dieng terdapat dua telaga yang letaknya bersebelahan, yaitu telaga Warna dan Telaga Pengilon. Uniknya meskipun terletak berdekatan, wisata Dieng Telaga Pangilon ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan Telaga Warna. Telaga Pengilon memiliki warna air yang jernih dan tidak memiliki warna seperti pada Telaga Warna. Bagi penggemar fotografi pasti akan senang dengan pemandangan di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon ini, dimana terdapat telaga yang dikelilingi perbukitan yang asri dan hijau.

  1. Bukit Sikunir

Tempat Wisata Dieng Bukit Sikunir ini terletak di Desa Sembungan, yang merupakan sebuah bukit yang memiliki panorama berupa sunrise yang indah. Sunrise di Dieng ini menjadi salah satu wisata andalan di Dieng plateau. Untuk waktu terbaik menikmati sunrise adalah sekitar pada Bulan Juli-agustus dimana pada bulan itu merupakan musim kemarau sehingga langit akan tampak bersih dan tidak ada hujan. Namun karena pemandangan yang dinikmati adalah matahari terbit atau sunrise, anda harus datang ke spot pengamatan Bukit Sikunir Dieng ini pada waktu fajar atau pagi buta. Biasanya para wisatawan akan menginap di penginapan, homestay atau hotel yang banyak terdapat di seputaran Kawasan Dieng plateau.

  1. Kawah Sikidang

Seperti telah dijelasakan di awal artikel bahwa Kawasan Tempat Wisata Dieng ini sebenarnya adalah gunung api raksasa yang masih terdapat aktivitas vulkanik didalamnya. Salah satu tanda dari aktivitas vulkanik ini adalah terdapatnya beberapa kawah yang terdapat di kawasanTempat Wisata Dieng. Salah satu kawah di dieng adalah Kawah Sikidang. Kawah ini memiliki luas sekitar 200 m2 serta terdapat pada tanah yang datar sehingga pengunjung dapat dengan jelas melihat gumpalan-gumpalan asap yang keluar dari kawah ini. Namun hati-hati ya, karena sama seperti kawah pada umumnya, di Kawah Sikidang ini juga mengandung kadar belerang yang tinggi, sehingga untuk menjaga keamanan pengunjung pengelola sudah membangun pagar pembatas di sekitar lokasi kawah, meskipun hanya menggunakan kayu.

  1. Tempat Wisata Dieng tidak hanya yang disbutkan di atas, tetapi masih banyak yang lainnya