Event budaya yang diselenggarakan tiap tahun di Dieng adalah Dieng Culture Festival (DCF). Event ini menyuguhkan berbagai rangkaian acara mulai dari jazz atas awan, berbagai pentas seni dan budaya, pameran dan pemotongan rambut anak gimbal sebagai puncak acara Dieng Culture Festival. Berbagai acara menarik inilah yang membuat DCF menjadi magnet pengunjung dari seluruh indonesia bahkan mancanegara.

Jika anda ingin datang di Acara Dieng Culture Festival 2020 di bulan agustus mendatang, anda perlu mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Beberapa yang musti anda perhatikan sebelum mengikuti acara Dieng Culture Festival 2020 tahun ini. Yuk simak ulasan berikut ini;

 

  1. Lakukan pemesanan Homestay / Penginapan jauh-jauh hari

Di Dieng terdapat banyak pilihan penginapan / homestay dengan rentang harga mulai dari Rp. 200.000/malam sampai Rp. 500rb an. Meskipun tersedia banyak penginapan di Dieng, anda tetap harus melakukan pemesanan dari jauh-jauh hari. Karena pengalaman di tahun-tahun sebelumnya penginapan di dieng habis terjual dan banyak yang tidak kebagian penginapan.

 

  1. Pantau Penjualan tiket Dieng Culture Festival 2020. Pastikan anda mendapatkannya

Penjualan tiket Dieng Culture Festival biasanya dijual mendekati hari h. Ada lebih dari 5000 tiket dijual dan biasanya habis dalam waktu yang singkat, maka dari itu kalian harus memantu tempat-tempat penjualan tiket yang resmi yang disediakan oleh panitia. Banyak juga biro atau agen wisata yang menjual tiket, namun tetap harus waspada karena banyak sekali penipuan penjualan tiket DCF. Jika anda membeli tiket melalui biro atau agen  wisata, pastikan biro / agen tersebut bisa dipercaya

 

  1. Siapkan pakaian hangat

Siapkan pakaian yang hangat ketika anda mengikuti acara Dieng Culture Festival 2020, karena di lokasi acara suhunya dingin banget bahkan termasuk puncak dinginnyya dieng karena biasanya acara ini digelar di buan Agustus. Siapkan Jaket yang tebal, shal, kaos tangan, kupluk dan lain sebagainya yang bisa mengurangi rasa dingginnya Dieng

 

  1. Jaga Lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan

Ketika anda sudah berada di lokasi menikmati keseruan dan keindahan acara Dieng Culture Festival 2020, jangan lupa menjaga lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Anda juga bisa meminimalisir sampah dengan membawa totebag, untuk mengurangi sampah botor air minum juga bisa dengan membawa tumbler sendiri.

 

  1. Pesta Lampion ditiadakan

Pesta lampion menjadi acara yang paling dinati di acara Dieng Culture Festival, tapi menurut kabarnya di Dieng Culture Festival 2020 atau yang ke sebelas ini pesta lampion akan ditiadakan. Soal meniadakan acara penarbangan lampion ini masih dalam rencana, dengan berbagai pertimbangan dan usulan. Menurut kabar, alasan peniadaan lampion ini adalah demi keamanan dunia penerbangan. Meskipun masih dalam tahapan rencana tapi dikatakan sudah 70 persen rencana ini akan dilaksan.

 

Itulah beberapa yang mungkin teman-teman perlu ketahui sebelum mengikuti acara yang sangat seru di Dieng Culture Festival 2020 (DCF 11) mendatang. Terma kasih, sampai jumpa di Dieng

Acara Dieng Culture Festival (DCF) akan diselenggarakan kembali pada bulan Agustus 2019 mendatang. Berlokasi di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Event DCF tahun ini memasuki edisi ke-9. Banyak kegiatan yang disajikan seperti festival budaya, musik, dan wisata yang dirangkul dalam satu rangkaian acara. Event ini telah masuk dalam top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia.

Kegiatan rutin yang disajikan setiap tahunnya yaitu jazz atas awan, kongkouw budaya, pesta lampion, sendratari Dieng, pentas tari tradisional, kitab dan parade budaya, serta pencukuran anak-anak yang berambut gimbal. Selain kegiatan rutin, terdapat juga penambahan acara seperti festival tumpeng dan festival bunga.

Konsep yang diambil adalah something to see, something to do, something to buy dalam setiap atraksinya. Yang mana, wisatawan akan diajak untuk melukis caping, memakai kain batik, menerbangkan lampion, dan lain sebagainya.

Beberapa acara dalam Dieng Culture Festival (DCF)

  1. Jazz Atas Awan

Bagaimana rasanya menikmati musik dan permainan lampu diselimuti kabut dan udara dingin Dieng? Pengalaman seperti itu harus dirasakan sendiri. Di Dieng, kita akan benar-benar merasakan nikmatnya bisa mendengarkan musik, merasakan sapuan udara superdingin, dan sekaligus mensyukuri kehangatan api unggun.

  1. Festival Lampion

Ini salah satu pesta yang dinanti-nanti wisatawan. Bagaimana tidak, langit malam bisa berubah menjadi begitu indah bak negeri dongeng. Penuh warna-warni lampion. Tahun ini, lampion dilepas pukul 00.00 memasuki tanggal 5 Agustus. Usai menikmati suara khas dan syair indah lagu-lagu grup musik Letto, lampion pun dilepas, diiringi pesta kembang api dan Lagu Indonesia Pusaka. Pemandangan yang terpampang benar-benar akan mempesona. Diperkirakan malam itu lebih dari 5.000 lampion mengangkasa.

  1. Pencukuran Rambut Gimbal

Pencukuran rambut gimbal menjadi salah satu acara adat dan budaya yang ditunggu-tunggu wisatawan. Banyak anak muda yang memilih memasang tenda di kawasan Candi Arjuna agar bisa menyaksikan upacara ini. Pagi-pagi mereka rela antre untuk mendapat tempat di dekat panggung. Acara dimulai setelah Kirab Budaya yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba sekitar pukul 08.30.

Tahun ini ada 12 anak bajang (berambut gimbal- semuanya perempuan) yang mengikuti ritual potong rambut. Mereka dipercaya sebagai titisan nenek moyang masyarakat Dieng. Anak bajang laki-laki dipercaya sebagai keturunan Kyai Kolodete, sedangkan yang perempuan titisan Nini Ronce Kala Prenye.

Anak bajang lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun sekitar usia 1-2 tahun, mereka terserang panas tinggi. Begitu sembuh, rambut yang tumbuh menjadi gimbal. Meski sudah dipotong sekali pun, rambut tersebut tetap tumbuh gimbal. Setelah menjalani ritual potong rambut dengan syarat keinginan anak tersebut dipenuhi, percaya atau tidak, rambut yang tumbuh akan kembali normal. Jika keinginan tak terpenuhi, rambut akan tetap tumbuh gimbal. Tahun ini, beragam keinginan anak bajang, mulai dari telepon genggam, es krim rasa coklat sampai ikan lele.

  1. Objek Wisata Beragam

Dieng, khususnya yang masuk Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo memiliki banyak objek wisata. Di Banjarnegara di antaranya ada Candi Gatotkaca dan Arjuna. Ada juga Telaga Warna yang indah dan terkesan magic saat kabut turun di atas air danau. Di Wonosobo ada Bukit Sikunir yang jadi tempat perburuan matahari terbit. Bukit ini populer karena awan terlihat melingkupi, sehingga kerap mendapat istilah ‘Negeri di Atas Awan’. Ada juga Dieng Plateau Theater yang dilengkapi juga dengan aktivitas kekinian seperti flying fox dan potret di ketinggian dengan sepeda. Masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi mulai dari Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, dan sebagainya