Dieng adalah merupakan Desa wisata yang cukup indah dan penuh dengan sejarah dan kebudayaan. Wisata dieng sekarang sedang hits karena berbagai keindahannya yang bagus menjadi spot foto, terutama sunrise bukit sikunir.

Dieng juga merupakan lokasi wisata alam yang murah. Sekarang juga sudah banyak tersedia paket wisata dieng sehingga semakin memudahkan para wisatawan untuk mengunjungi Dieng. Salah satu paket yang banyak disediakan oleh biro wisata dieng adalah paket wisata dieng gabungan atau bisa disebut open trip Dieng.

Open trip Dieng bisa jadi pilihan untuk anda yang ingin mengunjungi dieng dan ingin mendapatkan teman baru. Banyak keuntungan memilih paket open trip dieng, diantaranya yaitu;

  1. Biaya lebih murah, karena open trip adalah paket wisata yang mana peserta akan digabung dengan peserta lain sehingga sangat memungkinkan biaya operasional yang diperlukan biro wisata untuk membuat paket bisa menjadi murah.
  2. Tidak perlu menunggu teman untuk diajak liburan yang biasanya hanya rencana hehehe… sudah menjadi kebiasaan kita dan teman kita merencanakan liburan namun rencana tiggal rencana, open trip dieng bisa menjadi pilihannya
  3. Mendapatkan pengalaman baru, teman baru, partner kerja baru, pacar baru, sodara baru atau mungkin dipertemukan jodohnya di lokasi wisata J . Dalam program open trip sudah dipastikan kamu akan bertemu dengan orang yang belum anda kenal, bisa jadi dia adalah jodomu hehehe …
  4. Dan masih banyak keuntungan lain ketika mengikuti program open trip dieng

Di bulan agustus mendatang ada acara budaya yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Dieng, acara tersebut adalah Dieng Culture Festival. Dalam acara tersebuj juga biasanya banyak program open trip dieng salah satunya adalah open trip Dieng Culture Festival 2019

Acara Dieng Culture Festival (DCF) akan diselenggarakan kembali pada bulan Agustus 2019 mendatang. Berlokasi di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Event DCF tahun ini memasuki edisi ke-9. Banyak kegiatan yang disajikan seperti festival budaya, musik, dan wisata yang dirangkul dalam satu rangkaian acara. Event ini telah masuk dalam top 100 Calendar of Event (CoE) Wonderful Indonesia.

Kegiatan rutin yang disajikan setiap tahunnya yaitu jazz atas awan, kongkouw budaya, pesta lampion, sendratari Dieng, pentas tari tradisional, kitab dan parade budaya, serta pencukuran anak-anak yang berambut gimbal. Selain kegiatan rutin, terdapat juga penambahan acara seperti festival tumpeng dan festival bunga.

Konsep yang diambil adalah something to see, something to do, something to buy dalam setiap atraksinya. Yang mana, wisatawan akan diajak untuk melukis caping, memakai kain batik, menerbangkan lampion, dan lain sebagainya.

Beberapa acara dalam Dieng Culture Festival (DCF)

  1. Jazz Atas Awan

Bagaimana rasanya menikmati musik dan permainan lampu diselimuti kabut dan udara dingin Dieng? Pengalaman seperti itu harus dirasakan sendiri. Di Dieng, kita akan benar-benar merasakan nikmatnya bisa mendengarkan musik, merasakan sapuan udara superdingin, dan sekaligus mensyukuri kehangatan api unggun.

  1. Festival Lampion

Ini salah satu pesta yang dinanti-nanti wisatawan. Bagaimana tidak, langit malam bisa berubah menjadi begitu indah bak negeri dongeng. Penuh warna-warni lampion. Tahun ini, lampion dilepas pukul 00.00 memasuki tanggal 5 Agustus. Usai menikmati suara khas dan syair indah lagu-lagu grup musik Letto, lampion pun dilepas, diiringi pesta kembang api dan Lagu Indonesia Pusaka. Pemandangan yang terpampang benar-benar akan mempesona. Diperkirakan malam itu lebih dari 5.000 lampion mengangkasa.

  1. Pencukuran Rambut Gimbal

Pencukuran rambut gimbal menjadi salah satu acara adat dan budaya yang ditunggu-tunggu wisatawan. Banyak anak muda yang memilih memasang tenda di kawasan Candi Arjuna agar bisa menyaksikan upacara ini. Pagi-pagi mereka rela antre untuk mendapat tempat di dekat panggung. Acara dimulai setelah Kirab Budaya yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tiba sekitar pukul 08.30.

Tahun ini ada 12 anak bajang (berambut gimbal- semuanya perempuan) yang mengikuti ritual potong rambut. Mereka dipercaya sebagai titisan nenek moyang masyarakat Dieng. Anak bajang laki-laki dipercaya sebagai keturunan Kyai Kolodete, sedangkan yang perempuan titisan Nini Ronce Kala Prenye.

Anak bajang lahir normal seperti bayi pada umumnya. Namun sekitar usia 1-2 tahun, mereka terserang panas tinggi. Begitu sembuh, rambut yang tumbuh menjadi gimbal. Meski sudah dipotong sekali pun, rambut tersebut tetap tumbuh gimbal. Setelah menjalani ritual potong rambut dengan syarat keinginan anak tersebut dipenuhi, percaya atau tidak, rambut yang tumbuh akan kembali normal. Jika keinginan tak terpenuhi, rambut akan tetap tumbuh gimbal. Tahun ini, beragam keinginan anak bajang, mulai dari telepon genggam, es krim rasa coklat sampai ikan lele.

  1. Objek Wisata Beragam

Dieng, khususnya yang masuk Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo memiliki banyak objek wisata. Di Banjarnegara di antaranya ada Candi Gatotkaca dan Arjuna. Ada juga Telaga Warna yang indah dan terkesan magic saat kabut turun di atas air danau. Di Wonosobo ada Bukit Sikunir yang jadi tempat perburuan matahari terbit. Bukit ini populer karena awan terlihat melingkupi, sehingga kerap mendapat istilah ‘Negeri di Atas Awan’. Ada juga Dieng Plateau Theater yang dilengkapi juga dengan aktivitas kekinian seperti flying fox dan potret di ketinggian dengan sepeda. Masih banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi mulai dari Kawah Sikidang, Batu Ratapan Angin, dan sebagainya

  1. Mengenal Sejarah Dieng

Nama Dieng berasal dari gabungan dua kata Bahasa Kawi: “di” yang berarti “tempat (gunung) dan “Hyang” yang berarti dewa. Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Nama Dieng berasal dari bahasa Sunda karena diperkirakan pada masa pra-Medang (masa sebelum menggunakan kayu berukuran besar sebagai bagunan) sekitar tahun 600 Masehi, daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh. ‘Surga Dieng’ yang pada masa kerajaan Chandra Gupta Sidhapala, oleh umat Hindu, diyakini sebagai poros dunia. Ketika itu, Sang Hyang Jagadnata memindahkan ‘gunung kosmik’ Meru dari India ke Gunung Dieng. Sebagai ibukota kerajaan, ketika itu, Dieng (surga para hyang) tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tapi juga pusat spiritualitas dan peradaban. Dulu diperkirakan ada 200 candi di seputar Dieng. Tapi karena bencana alam tinggal 8 yang tersisa. Candi-candi ini didirikan oleh Kerajaan Kalingga dari dinasti Sanjaya. Dalam kitab Raja Sanjaya ada disebut-sebut kata ‘Dieng’ yang dikatakan merupakan tempat paling baik untuk memuja Dewa Siwa. Jadi candi-candi itu dibuat untuk memuja Dewa Siwa. Siwa adalah dewa perusak. Dipuja agar ia tidak merusak kehidupan manusia. Ditengah-tengah dataran tinggi Dieng dahulu terdapat tempat pemujaan dan asrama pendidikan Hindu tertua di Indonesia. Sebagai bangunan suci tersebut sampai sekarang dapat kita saksikan dengan adanya candi beserta puing-puing bekas Vihara.

  1. Letak Geografis Dieng

Dataran Tinggi Dieng merupakan dataran tinggi yang tertinggi kedua didunia setelah Tibet / Nepal, dan yang terluas di Pulau Jawa. Dieng terletak pada posisi geografis 7’- 12’ Lintang Selatan dan 109 ‘- 54’ Bujur Timur, berada pada ketinggian 6.802 kaki atau 2.093 m dpl. Dideng merupakan dataran tinggi yang luas serta dikelilingi oleh 6 bukit, diantaranya:

 

·         Sebelah Utara

·         Sebelah Selatan

·         Sebelah Barat

·         Sebelah Timur

: Bukit Puntuksari

: Bukit Pangonan, Bukit Kendil

: Bukit Ngrecogede

: Bukit Sitinggil, Bukit Sidengkeng

 

Secara administratif, Dieng mencakup Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Dan Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Hingga tahun 1990-an wilayah ini tidak terjangkau listrik dan merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah. Letaknya yang juga berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu di Dieng sejuk mendekati dingin, berkisar 15-20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0-(-7) °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian. Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kompleks gunung berapi dengan kerucut-kerucutnya terdiri dari: Bisma, Seroja, Binem, Pangonan Merdada, Pagerkandang, Telogo Dringo, Pakuwaja, Kendil Sikunir dan Prambanan. Lapangan fumarola (lubang di dalam kerak bumi maupun objek astronomi yang lain, yang sering terdapat di sekitar gunung berapi, yang mengeluarkan uap dan gas seperti karbon dioksida, sulfur dioksida, asam hidroklorik, dan hidrogen sulfida.) terdiri atas Kawah Sikidang, kawah Kumbang, kawah Sibanteng, Kawah Upas, Telogo Terus, Kawah Pagerkandang, Kawah Sipandu, Kawah Siglagah dan Kawah Sileri.

 

  1. Dieng Secara Geologi

Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah plato yang terjadi karena letusan dasyat sebuah gunung berapi. Dengan demikian kondisi geologisnya sampai sekarang masih relative labil bahkan sering terjadi gerakan-geraka tanah. Beberapa bukti menunjukan hal tsb adalah, peristiwa hilangnya Desa Legetang, terpotongnya jalan antara Banjarnegara Karangkobar dan Sukoharjo Ngadirejo maupun retakan-retakan tanah yang mengeluarkan gas beracun seperti peristiwa Sinila. Dataran tinggi Dieng (DTD) adalah dataran dengan aktivitas vulkanik di bawah permukaannya, seperti Yellowstone ataupun Dataran Tinggi Tengger. Sesungguhnya ia adalah kaldera dengan gunung-gunung di sekitarnya sebagai tepinya. Terdapat banyak kawah sebagai tempat keluarnya gas, uap air dan berbagai material vulkanik lainnya. Keadaan ini sangat berbahaya bagi penduduk yang menghuni wilayah itu, terbukti dengan adanya bencana letusan gas Kawah Sinila 1979. Tidak hanya gas beracun, tetapi juga dapat dimungkinkan terjadi gempa bumi, letusan lumpur, tanah longsor dan banjir. Selain kawah, terdapat pula danau-danau vulkanik yang berisi air bercampur belerang sehingga memiliki warna khas kuning kehijauan. Secara biologi, aktivitas vulkanik di Dieng menarik karena ditemukan di air-air panas di dekat kawah beberapa spesies bakteri termofilik (suka panas) yang dapat dipakai untuk menyingkap kehidupan awal di bumi.

  1. Penduduk dan Alam

 

Sumber Daya Manusia (penduduk) di Kawasan Dataran Tinggi Dieng berjurnlah 1.562.004 orang (2012) yang menempati areal kawasan seluas ± 1027.21 km2. Sebagian besar penduduk Kawasan Dataran Tinggi Dieng adalah penduduk pribumi, yang pada umumnya merupakan memeluk agarna Islam yang patuh dan taat. Meskipun demikian, mereka tidak menutup diri terhadap pengaruh modernisasi dalam kehidupan sehari hari, hanya mereka masih segan untuk melepaskan cara hidup tradisional seperti dalam acara adat Perknikahan dan Khitanan.

Sedang letak astronomis ada pada sekitar 7,20º Lintang Selatan dan 109,92 º Bujur Timur dan pada ketinggian ketinggian ± 2.095m dpa. Mungkin kalau pada Google Earth bisa dimasukkan Latitude: (-7)-20 dan Longitude: (+)109-92. Sebagian besar pendudluk Kawasan Dataran Tinggi Dieng hidup dari hasil pertaniannya. Namun demikian karena pesatnya kemajuan dalam perekonomian sekarang ini, maka sebagian dari mereka sudah mengalihkan mata pencaharian ke bidang lain seperti bidang perdagangan atau kepegawaian sebagai karyawan di Kantor kantor Pernerintahan. Dengan meningkatnya tingkat kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan asing di Kawasan Dataran Tinggi Dieng,
maka pada umumnya penduduk di sekitar daerah wisata ini mendapat keuntungan / penghasilan tambahan dari hasil pertanian ataupun bekerja pada perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan wisatawan tersebut, seperti misalnya bekerja di hotel-hotel, rumah makan dan lain-lain.

Tempat Wisata Dieng yang Paling Menarik, Tempat Wisata Terindah – Dataran Tinggi Dieng atau Dieng plateau merupakan sebuah kawasan pegunungan yang terdapat di Jawa Tengah. Dataran tinggi Dieng atau Tempat Wisata secara administratif masuk dalam dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Di Kawasan Tempat Wisata Dieng terdapat berbagai macam fennomena alam yang aneh dan unik serta pemandangan yang indah sehingga banyak menarik para wisatawan untuk mengunjungi berbagai macam Tempat Wisata Dieng yang ada. Menurut sumber dari wikipedia, Dataran Tinggi Dieng merupakan sebuah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa yang memiliki beberapa puncak dan kepunden kawah. Hal ini menyebabkan di kawasan Dieng plateau terdapat berbagai macam fenomena alam vulkanis yang sangat menarik untuk dipelajari dan dikunjungi sebagai Tempat Wisata Dieng.

info wisata dieng
berlibur ke dieng

Selain terkenal dengan pemandangannya yang indah dan unik, Kawasan Dataran Tinggi Dieng  juga terkenal dengan hasil pertanian dan agrowisata yang menarik. Tempat Wisata Dieng berupa Dataran tinggi Dieng terkenal dengan penghasil kentang di jawa Tengah. Kentang hasil dari kawasan Dieng ini telah dinikmati di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu di Dieng juga terkenal sebagai penghasil Purwaceng dan Carica yang sudah terkenal di mana saja. Sebagai pengingat, Purwaceng merupakan tumbuhan semacam semak yang dijadikan sebagai obat herbal yang berkhasiat untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Sedangkan Carica merupakan tanaman endemis di Dieng dan sekitar Tempat Wisata Dieng yang buahnya menyerupai pepaya, namun memiliki tekstur yang lebih kenyal, sehingga sangat enak jia dijadikan sebagai manisan dan bahan campuran minuman.

 

Tempat Wisata Dieng yang akan kami bahas disini merupakan campuran dari wisata yang masuk dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Memang wisata di Kawasan Dieng ini ada yang dikelola oleh Pemkab Wonosobo dan Banjarnegara, namun pada dasarnya secara umum wisata di Dieng ini tidak dapat dipisahkan, karena menjadi satu kesatuan yaitu Kawasan Tempat Wisata Dieng plateau. Berikut adalah beberapa Tempat Wisata di Dieng yang Paling Menarik untuk dikunjungi;

  1. Tempat Wisata Telaga Warna dan Pengilon

Tempat Wisata Dieng terdapat dua telaga yang letaknya bersebelahan, yaitu telaga Warna dan Telaga Pengilon. Uniknya meskipun terletak berdekatan, wisata Dieng Telaga Pangilon ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan Telaga Warna. Telaga Pengilon memiliki warna air yang jernih dan tidak memiliki warna seperti pada Telaga Warna. Bagi penggemar fotografi pasti akan senang dengan pemandangan di sekitar Telaga Warna dan Telaga Pengilon ini, dimana terdapat telaga yang dikelilingi perbukitan yang asri dan hijau.

  1. Bukit Sikunir

Tempat Wisata Dieng Bukit Sikunir ini terletak di Desa Sembungan, yang merupakan sebuah bukit yang memiliki panorama berupa sunrise yang indah. Sunrise di Dieng ini menjadi salah satu wisata andalan di Dieng plateau. Untuk waktu terbaik menikmati sunrise adalah sekitar pada Bulan Juli-agustus dimana pada bulan itu merupakan musim kemarau sehingga langit akan tampak bersih dan tidak ada hujan. Namun karena pemandangan yang dinikmati adalah matahari terbit atau sunrise, anda harus datang ke spot pengamatan Bukit Sikunir Dieng ini pada waktu fajar atau pagi buta. Biasanya para wisatawan akan menginap di penginapan, homestay atau hotel yang banyak terdapat di seputaran Kawasan Dieng plateau.

  1. Kawah Sikidang

Seperti telah dijelasakan di awal artikel bahwa Kawasan Tempat Wisata Dieng ini sebenarnya adalah gunung api raksasa yang masih terdapat aktivitas vulkanik didalamnya. Salah satu tanda dari aktivitas vulkanik ini adalah terdapatnya beberapa kawah yang terdapat di kawasanTempat Wisata Dieng. Salah satu kawah di dieng adalah Kawah Sikidang. Kawah ini memiliki luas sekitar 200 m2 serta terdapat pada tanah yang datar sehingga pengunjung dapat dengan jelas melihat gumpalan-gumpalan asap yang keluar dari kawah ini. Namun hati-hati ya, karena sama seperti kawah pada umumnya, di Kawah Sikidang ini juga mengandung kadar belerang yang tinggi, sehingga untuk menjaga keamanan pengunjung pengelola sudah membangun pagar pembatas di sekitar lokasi kawah, meskipun hanya menggunakan kayu.

  1. Tempat Wisata Dieng tidak hanya yang disbutkan di atas, tetapi masih banyak yang lainnya